Monday, July 29, 2013

Dont Worry... Part: 5

Mungkin... dengan cara aku pergi ninggalin Nabila itu bisa ngebuat dia makin kecewa sama aku. Tapi aku gak punya pilihan. Daripada aku terus bikin Nabila menderita. Oke,aku coba nenangin diri aku. Dan,aku coba nyesuain diri aku sama teman teman baru aku dimasa depan.

"......"
Tiba tiba ponsel ku bergetar.oh ya. ada sms yang pasti dari operator. Tapi aku salah. Ternyata itu dari Nabila.

>> Sya,kamu gak beneran pergi kan?
<< Aku beneran pergi bil
>> Tapi persahabatan kita gimana?
<< Walaupun kita jauh. Jarak gak penting buat persahabatan. dan kita bisa connect terus kan?
>> iyasih. Tapi kan kita baru aja baikan?
<< kalau Allah ngasih kita kesempatan,pasti kok kita bakal bisa ketemu,terus bisa kaya dulu lagi.
>> Iya Sya...

Akhirnya setelah aku selesai memesan tiket keberangkatan ku,aku langsung masuk ke pesawat dan terbang ke tempat yang merubah segalanya. Sydney.

Skip
----

Besoknya....

Besok paginya Alisya memulai harinya dengan pergi kesekolah nya yang baru,teman teman yang baru,dan mungkin saja sahabat baru. Tidak seperti Nabila,berangkat kesekolah dan masuk ke kelas tanpa ada sahabat yang selalu menemaninya setiap hari.

Di Kelas...

Tiba tiba Namira masuk ke kelas...

"Bil,kamu kenapa? kok diem terus?"

"..." Nabila hanya diam.

"Kamu kenapa? cerita dong sama aku"

"Please deh kamu gausah so akrab sama aku!!" bentak Nabila.

"Yaudah gak apa apa."

"Bil,kamu kenapa sih?" Tanya Tiara.

"Biasa..."

"Mikirin Alisya ya? pasti deh"

"ah enggak kok"

"Bohong"

"Beneran"

"Beneran apa nya? kalau bukan karena Alisya,apa lagi?"

"Beneran........bohongnya."

"Tuh kan. Tapi kamu kan masih bisa connect sama Alisya?"

"Tapi menurut aku gak cukup."

"Yaudah,lebih baik kamu tenangin diri kamu aja dulu. Pasti akhir bahagia bakal ada kok buat kamu" Ujar Tiara "Tapi mana mungkin ada akhir yang bahagia buat orang kejam seperti aku?"

"Pasti ada kok Bil,tenang aja"

"Aku takut ra.."

"Takut kenapa? Alisya bukan setan ini kok"

"ihh bukan gitu. Aku takut kalau Alisya itu punya..."

"Punya sahabat baru lagi?" Potong Tiara

"...." Nabila mengangguk

"ya enggak mungkin lah bil..."

"Pasti dia dapet sahabat baru ra. Mana ada sih yang gak mau jadi sahabat nya Alisya?"

"itu gak bakalan. Tapi dia bakal dapet banyak teman teman baru"

"Udah terlambat deh pasti buat membayar semua kesalahan aku ke Alisya"

"gaada yang terlambat untuk persahabatan kok Bil..."

"Dasar...."

"Yaudah. Bentar lagi mau bel nih. Aku ke tempat duduk aku dulu ya Bil.."

"Iya,thanks ya udah mau ngehibur aku"

"Sama sama"

Pelajaran dimulai....

"Buka buku bahasa indonesia halaman 76. Dibaca dulu lalu kerjakan halaman 77-78"

"Iya bu"

 Tiba tiba ada kertas yang jatuh tepat didepan meja Nabila. Nabila pun membukanya.

"Pasti dari Namira"

Apa kamu baik baik aja Bil?

Nabila langsung menengok ke arah Namira,lalu membalas suratnya.

Aku gak apa apa kok Mir. Maafin soal tadi pagi ya. Tadi pagi aku lagi emosian. Jadi kebawa bawa deh. Sorry ya. 
Lalu Nabila melempar kertas itu ke arah Namira.

  Disisi lain Alisya....
Pagi itu Alisya pergi ke sekolah barunya. Disana memang ada sekolah khusus. Jadi kita emang gak harus berbicara menggunakan bahasa inggris.

Setelah pelajaran dimulai,Alisya masuk ke kelas ditemani oleh salah satu gurunya.
"Silahkan perkenalkan diri kamu"

"Halo semua,Nama aku Alisya. A-L-I-S-Y-A . Kalian bisa panggil aku Alisya atau sebutan yang kalian mau. Aku pindahan dari Jakarta. Aku pindah kesini karena pekerjaan ayah dan ibu ku."

"Oke,silahkan kamu duduk disebelah.........Zahra" Ujar Pak Roberto. Dia adalah guru Matematika.

"Oke pak"

"Hai selamat pagi"

"Pagi. Nama kamu Zahra?"

"Iya"

"Aku...."

"Alisya. A-L-I-S-Y-A . Udah tau kok tadi bilang di depan"

"Hehe bisa aja kamu"

"Kok kamu bisa milih sekolah disini?"

"Karena cuma sekolah ini yang deket sama kantor ayah aku,jadi kalau aku males pulang kerumah. Aku bisa pulang ke kantor. Jadi aku gak kesepian deh"

"Oh gitu"

"..." Aku tersenyum padanya

"Eh sya,kamu harus hati hati sama orang itu tuh..." Sambil menunjuk kearah seseorang yang asing bagiku

"Siapa dia? Yang punya sekolah ini?"

"Bukan. Dia Anna. Anak yang paling kejam dikelas ini. Dan kadang adek kelas juga suka di bully. Dan Kalau ada murid baru kaya kamu. Bakal dibully abis abisan sampe kapok"

"Yah... Aku takut nih..."

"Tenang aja...."

".. Oh ya,kamu mau kan temani aku istirahat siang ini?"

"Boleh. Kebetulan disini ada taman belakang sekolah. Kita bisa ngobrol ngobrol disana. Adem loh"

"Wah keliatannya asik juga tuh. Boleh deh..."

Tapi Anna tetap menatapku dengan pandangan yang sangattttttt tajam.

Skip

Waktu istirahat tiba....

"Yuk Sya...."

"Yuk..."

Terlihat ada Anna yang sedang berbisik kepada teman teman nya yang tidak aku kenal itu. Tapi keliatannya mereka sedang membicarakan aku. Tapi aku gak ge-er ya.


 Di Taman....

"Eh ra,kamu punya sahabat gak?"

"Hmmm.... Punya kok. Tapi kita beda negara."

"Beda negara gimana?"

"Iya,dia di Jakarta sedangkan aku di Sydney"

"Sama dong kaya aku. Aku juga punya sahabat. Sebenernya kita baru aja baikan"

"Baikan? emang kalian kenapa?"

"Biasa.... Masalah persahabatan"

"Oh gitu..."

"Eh Ra. Aku ke toilet dulu ya...."

"mau ngapain?"

"Kebelet nihh...."

"Aku disini yah. Pegelll"

"Yaudah. Jangan kemana mana ya. Aku gak punya temen lagi selain kamu disini. Daahhh"

"Dahhh."

Di Toilet....

"Nah sekarang udah lega...."

Setelah aku selesai,aku pun mencuci tangan. Dan masih di toilet itu. Tapi ternyata.......yang kutakuti ternyata terjadi. Ada Anna dan teman temannya.. Aku hanya cuek dan memberi senyum padanya...

" Lo murid baru itu kan?"

"I...i...iya"

"Lo kenapa? kok gugup gitu sih ngeliat gue?"

"enggak apa apa kok.." Jujur,aku sangat ketakutan.

"Lo keliatannya bagus nih buat bahan bully-an gue siang ini."

"Ampun kak ampun" Anna mungkin memang seumuran denganku. Tapi.... Aku takut kalau aku tidak sopan kalau memanggilnya 'Anna'

"lo ngelawan ya"

"Salah aku apa?"

"Mau tau? Lo bakalan tau besok pagi..."

"..."

Tiba Tiba Anna mencakar tangan kanan ku dengan sengaja.

"Aduh Sorry. Sengaja!" "Cabut yuk Guys"

"Yuk..."

Setelah mereka pergi,akupun langsung mencuci tangan ku yang sedikit berdarah tapi berbekas karena ulah Anna yang mencakarku. Setelah selesai,aku langsung berlari ke taman belakang sekolah karena aku gak enak sama Zahra yang sudah menunggu ku cukup lama.

"Eh maaf ra. Kelamaan."

"Darimana aja kamu? Aku kesemutan tau daritadi"

"Biasa dari toilet"

"Kok lama?"

"Perempuan memang sangat betah di toilet Ra.."

"Oh gitu"

"..." Lalu Zahra melihat luka bekas kuku Tajam nya Anna yang mencakar ku dengan sengaja.

"Tangan kamu kenapa?"

"gak apa apa kok"

"Itu kenapa?"

"Itu......


To Be Continued.

No comments:

Post a Comment