Seperti biasa lagi. Aku memang harus berangkat pagi hari ini. Aku memang malas. Tapi aku juga gak mau ketinggalan pelajaran. Tapi,kalau berangkat pagi juga. Kan belum masuk juga kan? makanya aku bingung. Ngapain aku berangkat pagi pagi. Mungkin cuma ada 1 alasan yang gak nyambung. Buat ngobrol sama Nabila pastinya.
Dikelas...
"Nabilll.....!!!!!"
"iya sya?"
"Jutek amat. kenapa?"
"Gak apa apa kok"
"Oh gitu... siip"
Tiba tiba Namira datang...
"HEEEIIII NAMIRAAAAAA!!!!!" aku heboh.
"Hei juga Alisya"
"LAMA AMAAAT DATENGNYA AKU KANGEN SAMA KAMUU"
lalu Nabila kaget.
"Hah? kangen? kemarin juga kita ketemu kan?" Kata Namira
"Hehe iya"
Tiba tiba nabila berjalan keluar kelas tanpa mengajak Alisya.
"Bil,kamu mau kemana?"
"Mau nyari angin!"
"Kan sekarang panas bil diluar?"
"Emang. Sepanas hati aku!" *langsung lari*
"Eh Bil! Bil!"
"Ayoloh.... kamu apain tuh si Nabila."
"Aku gak tau..."
"Tanggung jawab lo.."
"iya iya.."
"Susul aja gih!"
"Iyadeh"
Di Toilet...
"Bil? Kamu ngapain?"
"Lagi cuci muka."
"Kok gak basah? kamu bohong ya sama aku?"
"Gak kok"
"aku yakin kamu pasti bohong,perasaan aku gaenak Bil"
"Gak tau deh"
"Tuh kan. Aku yakin kamu lagi ada masalah,kamu ada masalah apa?"
"Aku gak apa apa Sya"
"Aku tau kamu ada masalah. Aku gak mau kamu sedih Bil"
"..."
"Aku coba ngertiin perasaan kamu."
"Maaf sya,aku terlalu keras kepala" *Langsung lari (lagi)*
"Eh bil... yah pergi lagi"
Dikelas...
"Oke anak anak,sekarang buka buku Bahasa Indonesia halaman 172-173 dibaca dulu lalu kerjakan soal halaman 175-176"
"Iya bu"
Hari ini hubungan kami memang sedang dingin. Aku gak berani ngungkap ini,tapi aku memang udah tau semuanya. Aku mungkin memang terlalu emosional. Aku memang sedang mencoba untuk lebih tenang,tapi memang sudah tak bisa. Karena memang seharusnya aku yang minta maaf.
Daritadi aku gak ngobrol sama Nabila. Dia cuma sibuk ngerjain tugas yang diberikan Bu guru tadi. Aku coba buat ngajak ngobrol duluan,tapi aku gak berani. Dia lagi marah sama aku. Aku gak mau ganggu dia dulu. Tapi,aku capek kaya gini terus walaupun emang baru sebentar.
"Bil..."
"hm..."
"Kamu marah sama aku?"
"enggak"
"Terus kenapa kamu gak ngajak aku ngobrol?"
"Ini yang dinamakan ngobrol"
"Bukan begini."
"bukan begini begini gimana"
"Bukan yang kaya gini maksud aku"
Nabila memang sedang mengobrol denganku,tapi dia tetap sibuk dengan ngerjain tugas dan gak mau ngeliat muka aku walaupun cuma satu kedipan. Mungkin emang dia kecewa sama aku. Aku tau itu.
"Maksud aku bukan gini Bil.."
Tapi tiba tiba Nabila marah dengan cara memukul meja dengan pulpen nya. Walaupun memang gak ada yang denger.
"Maksud kamu apa Sya?"
"Maksud aku ngobrol ngobrol lagi kaya kemarin kemarin"
"Aku emang pengennya begitu,tapi setiap aku lagi sama kamu,kamu selalu ngobrol dan ngebicarain tentang Namira. Emang aku gak capek Sya? Aku capek. Dari kemarin aku emang senyum terus waktu kamu ngomongin Namira,tapi sebenernya aku sakit hati Sya. Kamu gak ngerasain gimana rasanya jadi aku. Aku menderita terus sya. aku terus yang kena"
"Jadi apa yang harus aku lakuin untuk nebus semua kesalahan aku Bil?"
"Mulai sekarang,kita gausah ngobrol dulu deh ya Sya."
"Kenapa?"
"Aku mau nyoba nenangin diri aku. Mungkin nanti kita bisa akrab lagi kalau emang takdir"
"Tapi Bil..."
"Ssst. Aku mau fokus ngerjain tugas ini dulu sya" *Langsung berbalik*
"Walaupun kita gini,aku masih anggap kamu sebagai sahabat aku"
"Aku masih baik sama kamu"
Skip
To Be Continued.
merkur 34c online casino satta banyak terpercaya menyediakan
ReplyDeletemerkur 34c online casino satta banyak terpercaya menyediakan worrione satta banyak terpercaya menyediakan deposit pulsa 메리트카지노총판 tanpa potongan 제왕카지노 online, daftar akun serta terbaik