Friday, August 30, 2013

Dont Worry... Part: 9

Kami pun segera berjalan kedalam badan pesawat lalu mencari tempat duduk yang kosong. "Nah,gimana kalau disini aja?" Ujar Adam. Aku hanya mengangguk. "Oke kita duduk disini"

Selama perjalanan,akupun asik mengobrol panjang lebar bersama Adam disamping ku.
"dam"
"Iya?"
"Aku mau nanya,temen SD kamu itu siapa?"
"Katanya dia itu sekolah di jakarta dan punya sahabat yang pindah keluar negri,tapi dia gak mau kamu tau nama dia dulu..."
"Apa mungkin...
"mungkin kenapa?"
"Gak apa apa kok"
"..

Skip
Perjalanan yang begitu panjang kita lalui,"Huuuuhhh.... sampai juga"
Kitapun segera mencari penginapan untuk beristirahat sejenak,lalu berkeliling kota Paris hanya berdua. Akhirnya kita menemukan Hotel,langsung saja aku taruh koper ku yang tidak terlalu berat itu disamping meja TV. Akupun berjalan menuju kamar mandi untuk memasuh wajah ku,ganti baju,dan makan di lantai bawah bersama Adam. Hari ini meni kami adalah Macaronni. Huhh.. aku sangat suka macaronni. Kami pun langsung menghabiskan macaronni yang tidak begitu sedikit. "Kenyangnya..." Ujarku. Kami pun segera berjalan keluar untuk berkeliling kota Paris.

Di sepanjang jalan,dia menceritakan semua hal tentang kota Paris. Dia tidak pernah berhenti bicara,sampai sampai aku tidak mendengarkan apa yang dia jelaskan tadi. Setelah dia bertanya "Sekarang kamu tau kan?" aku hanya menjawab "Hah? Tau apaan?" aku hanya melongo kebingungan. "Yasudah tidak perlu dibahas"
Aku hanya diam. Tiba tiba saja handphone Adam berdering. "Dari siapa Dam?" aku bertanya. "dari temen SD ku. Aku angkat dulu ya"

>> Halo?
<< Halo Dam kamu dimana?
>> Aku udah mau nyampe nih. Di tempat yang kamu janjiin itu
<< Yaudah,aku tunggu yah Jangan lama lama. Pegel tau
>> Siip...

"Gimana dam?"
"Dia udah deket deket sini kok"
"...
"Tuh dia!"
"Yang mana?"
"Itu yang pake baju warna biru muda itu loh..
"Oh itu,kita samperin yuk?"
"Yuk"

Akupun berjalan mendekati Teman SD nya Adam. "Hei Dam... Apa kabar?" "Baik kok.."
Aku hanya diam dan memperhatikan toko toko sekitar kota Paris. "Keren..." Dan aku tidak mendengar apa yang mereka bicarakan. Dan... aku hanya jadi Kacang.
"Jadi mana temanmu Dam?"
"ini nih... Sya,kenalan dulu nih.."
Aku langsung berbalik dan ternyata...
"Aku Alis...." Aku tersentak kaget. "Nabila?"
"Alisya? Kamu Alisya kan?"
"Nabilaaa?? kok kamu bisa disini sih?"
"Kan aku janjian nih sama cowo ini"
"Oh ya bil,gimana kalau kita langsung aja keliling keliling?" Tanya Adam
"Oke siapa takut" Jawab Nabila dengan penuh semangat 45.

Akupun berjalan menyusuri indahnya kota Paris bersama 1 sahabat dan 1 lelaki yang memang baru saja menjadi...... tidak perlu dibahas. Kamipun sempat berfoto bersama diantara banyak nya bangunan bangunan yang terlihat indah maupun dilihat dari jauh atau dekat. Setelah sudah berkeliling cukup lama,kitapun sempat mampir ke restoran dekat sini. Kamipun makan bersama,bercanda bersama,tertawa bersama,dan melakukan hal hal yang menyenangkan bersama. Tanpa terasa hari semakin malam. Akupun sedikit lelah dan membutuhkan banyak istirahat. "Dam,kita balik ke Hotel yuk. Ajak Nabila juga" Ujarku. "Oke kalau kamu mau,Bil. Ke Hotel yuk? kata Alisya,dia udah capek. Kita lanjut besok l pagi keliling keliling nya"
"Oke dam... Oh ya. Tuh ada taxi!" Jawa Nabila sembari melambai lambaikan tangannya untuk memanggil supir taxi tersebut.

"Hoaaaamm....... Capeknya hari ini.." Ujarku sambil menguap untuk meramaikan suasana kamar.
"Kita harus banyak istirahat nih. Besok kita masih bisa happy happy disini!" Kata Nabila. "Benar juga. Dan kayanya besok tuh enaknya kita pergi ke.............. Eiffel Tower!" Seru Adam dengan penuh semangat. "Duh dam,kayanya kamu semangat banget. Ah sudahlah tidak perlu banyak ngomel. Mending kita tidur saja!"
"iyanih. Goodnight All..!!!"

Aku langsung merebahkan tubuhku di kasur single bed yang cukup empuk itu karena memang merasa lelah,tanpa sadar akupun memejamkan mataku. "Aku harap,ada hal indah yang akan terjadi disini."

Esok paginya...

"Hoaaamm... ehh bangun bangun bil!" "Apa sih sya..." Ujar Nabila dengan nada malas. "Ayo mandi cepetan! sudah pagi nih!" "Emang kamu udah mandi?" Ujar Adam sambil memecahkan kesunyian kamar. "Belum sih Dam..." Aku agak malu. "Makanya. kamu sendiri mandi dulu sana!" "Iya pak kepala sekolah. Jangan hukum saya..... ampunn..." "Tidak perlu banyak becanda! cepat sana mandi" "Dasar" Kami juga sempat bercanda pagi ini. Aku bangga punya sahabat seperti Nabila,dan lelaki seperti Adam.

To Be Continued...

No comments:

Post a Comment